Lucky Luciano, CEO Dunia Kriminal

800px-Charles_Lucky_Luciano_(Excelsior_Hotel,_Rome)

Lucky Luciano (1948)

Nama

Charles “Lucky” Luciano (terlahir Salvatore Lucania)

Lahir

Lercarra Friddi, Sisilia, Italia, 11 November 1897

Meninggal

Napoli, Italia, 26 Januari 1962

 

Dialah tokoh yang telah mengubah dunia kejahatan terorganisasi AS menjadi demikian hebat dan “profesional”. Dari kawasan kumuh New York, anak Sisilia yang masa kecilnya penuh kekerasan ini mengubah gaya “dar der dor” gengster lama menjadi lebih “halus” tetapi berbahaya.

Nama aslinya Salvatore Lucania, orang Sisilia, Italia, yang ikut keluarganya berimigrasi ke New York, AS, saat dia berusia sembilan tahun. Kemudian lebih dikenal dengan nama Charles (“Lucky”) Luciano, bocah Italia ini segera terjun ke jalanan New York, antara lain menjadi pengantar narkoba. Luciano dikenal sebagai remaja kriminal yang sangar di Lower East Side ketika geng-nya bertikai dengan kelompok anak Yahudi kurus bernama Meyer Lansky. Luciano menaruh respek kepada anak Yahudi kurus itu, dan geng Yahudi dan Italia pun bergabung dalam sebuah persahabatan seumur hidup. Ketika Luciano membangun kembali organisasi mafia, Meyer Lansky adalah arsiteknya. Kebiasaan mereka berlaku kejam membuat mereka tumbuh kuat dalam profesi ini.

Ketika minuman keras dilarang pada 1920, Luciano dan Lansky menyuplai minuman keras ke kedai-kedai minuman gelap di Manhattan. Saat yang lain, dengan menggunakan kapal-kapal kecil untuk menjemput muatan di kapal besar, kelompok Luciano bisa menyandarkan kapal mereka di pelabuhan New York. Ketika anggota-anggota keluarga mafia terbesar di New York yang dipimpin oleh Giuseppe (“Joe the Boss”) Masseria terlibat perang Castellammarese pada akhir 1920an–perang perebutan kekuasaan berdarah dan panjang antara Masseria dan Salvatore Maranzano–Lucky menganggap perang ini mengacaukan “bisnis”. Dia kemudian melenyapkan Masseria dan mengakhiri kekerasan berkepanjangan. Lucky pun mulai dapat mengendalikan bisnis ketika Maranzano mengambil alih kekuasaan.

Visi Lucky untuk menggantikan metode tangan besi tradisional Sisilia dengan struktur korporat, sebuah dewan direktur dan infiltrasi sistematik dari perusahaan yang sah, tidak mengesankan bagi Maranzano. Maranzano menginginkan dirinya menjadi bos dari semua bos. Dia mulai agak khawatir dengan Lucky yang terlalu ambisius, berani, dan berbahaya. Namun Maranzano terlambat. Dia dibunuh oleh seorang polisi gadungan, pembunuh bayaran suruhan Lansky dan sahabatnya, Benjamin (“Bugsy”) Siegel.

Banyak sekali gesekan dalam upaya Luciano menumpas gengster Italia gaya lama. Memang gaya manajemen Luciano sangat jauh berbeda dengan rekannya di Chicago, Al Capone–yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk membunuh daripada berbisnis. FBI menggambarkan pengaruh Luciano yang besar dalam sejarah kejahatan terorganisasi. Luciano telah mengorganisasi kejahatan terorganisasi. Dia memodernisasi mafia, mengasahnya menjadi sindikat kejahatan nasional yang berjalan mulus. Sindikat ini dioperasikan oleh sekitar dua puluhan bos keluarga yang mengendalikan penyelundupan, nalo, narkotik, prostitusi, pekerja pelabuhan, serikat buruh, kedai makanan, roti dan perdagangan garmen. Pengaruh dan belalainya terus meluas, menyusupi dan merusak bisnis yang sah, politik, dan penegakan hukum.

Luciano juga memulai gaya gengster yang keren. Dia hidup nyaman di sebuah suite di Waldrof Astoria. Dia berpenampilan eksekutif dengan pakaian mahal yang elegan, kemeja sutra, dan sepatu buatan tangan. Di sekitarnya ada wanita-wanita cantik, gadis pertunjukan atau penyanyi klub malam. Dia juga berteman dengan Frank Sinatra dan aktor George Raft.

Hidup nyaman ini berakhir pada 1935 ketika jaksa khusus Kota New York melakukan gebrakan. Dia mengincar Luciano, menyebutnya “kaisar kejahatan terorganisasi kota ini,” dan menyerangnya dengan pelbagai tuduhan prostitusi terorganisasi. Persidangannya sensasional dan pemberitaan tabloid menjadi liar. Lucky berapi-api menolak disebut mucikari. “Semua itu dakwaan ceroboh,” katanya. Beberapa anggota geng senior membelanya. “Tak ada yang mengatakan hal buruk mengenai Charlie,” kata salah seorang dari mereka. “Dia seorang gentleman.” Namun dengan begitu banyak dakwaan, Luciano dihukum puluhan tahun penjara pada Juni 1936.

Namun Perang Dunia II memberi kesempatan Lucky untuk mendapatkan kebebasannya. Setelah serangan Pearl Harbor, kapal-kapal Jerman di pantai AS terus-menerus menenggelamkan kapal-kapal dagang AS. Intelijen AS menduga mereka dibantu oleh mata-mata atau simpatisan Nazi. Lalu sebuah kapal Perancis tenggelam di Sungai Hudson, meninggalkan dugaan kuat akan adanya sabotase. Agen-agen intelijen masuk ke dunia bawah tanah untuk mencari bantuan. Meyer Lansky menjadi penghubung dan diizinkan mengunjungi Luciano. Lucky bersedia bekerjasama, dan para pekerja dok, pemancing, dan penjahat yang tadinya diam menjadi mata dan telinga bagi intelijen AL. Segera saja delapan mata-mata Jerman bisa ditangkap, dan pelbagai bahan peledak, peta, dan cetak biru sabotase dibongkar.

Lucky juga berperan membantu intelijen ketika Sekutu menyerang Italia. Hasil perundingan dengan pengacara Lucky adalah kesepakatan untuk mendeportasinya sebagai balas jasa. Dia pun dipulangkan ke Italia pada Februari 1946. Namun beberapa bulan kemudian dia sudah muncul lagi di Kuba. Kunjungan Lansky, Sinatra, dan teman-teman lainnya sedemikian mencolok sehingga pers memberitakannya. Pada Februari 1947, Biro Narkotik AS mengetahui kemunculan kembali Lucky di AS. Pihak berwenang menyatakan bahwa dia berencana menjadikan Kuba sebagai pusat operasi penyelundupan obat-obatan sedunia. Dia sekali lagi diusir ke Italia.

Lucky meninggal di Italia pada 26 Januari 1962. Tidak seperti para pendahulu dan koleganya yang meninggal di ujung pistol, dia meninggal karena serangan jantung ketika akan menemui seorang dari Hollywood di Bandara Napoli. Para pejabat resmi Italia dan AS segera mengumumkan bahwa mereka hampir menangkapnya dalam kaitan dengan perkara heroin senilai 150 juta dolar AS.

Iklan

Ditandai:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: