Danau Ranau

Map picture

Danau Ranau (aerial view–supported by Microsoft Bing)

 

Map picture

Peta Danau Ranau

 

danau-ranau

Tinjauan

Danau Ranau adalah danau terbesar kedua di Sumatra. Danau ini terbentuk akibat gempa bumi yang dahsyat dan letusan gunung vulkanik. Sebuah sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung vulkanik berubah menjadi jurang. Berbagai jenis tanaman termasuk semak belukar yang secara lokal dikenal sebagai Ranau, tumbuh di tepi danau dan sisa-sisa gunung menjadi Gunung Seminung, yang berdiri menjulang di samping danau yang memiliki air bersih ini.

Danau ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Lampung Barat di Propinsi Lampung dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan di Sumatera Selatan. Danau ini memiliki cuaca dingin. Untuk memasuki danau ini, pengunjung harus membayar Rp1.000,00 per orang ditambah Rp4.000,00 untuk parkir.
Pulau Marisa terletak di tengah danau. Memiliki mata air panas alami. Pulau ini juga memiliki air terjun dan sawah yang luas, dan sebagian besar lahan ditutupi oleh hutan dan dihuni oleh beberapa primata.

Transportasi

Dari bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, pengunjung bisa menyewa mobil ke Danau Ranau. Jika Anda ingin mengunakan kendaraan umum, Anda bisa mengunakan bus atau jenis transportasi lokal lainnya di Baturaja, namun transportasi umum di Sumatera Selatan biasanya beroperasi hanya ketika pasar buka, yaitu setiap hari Rabu.

Kegiatan

Danau Ranau terkenal dengan ikan-ikannya yang berukuran besar. Anda bisa membeli ikan langsung dari nelayan dan menikmati keindahan Danau Ranau sambil makan ikan bakar dan menikmati secangkir teh hangat. Jangan lupa untuk mampir di sumber air panas di Pulau Marisa.

Berkeliling

ranau 3

Untuk berkeliling di sekitar danau yang memiliki luas 44 km2 ini, pengunjung bisa menggunakan perahu motor, yang dikenal dengan Ketek. Tingkat harganya bervariasi mulai dari Rp100.000,00 sampai Rp250.000,00 tergantung pada tujuan Anda. Untuk melihat air terjun, Anda harus menggunakan angkutan darat.

Berbelanja

Anda bisa membeli ikan langsung dari nelayan lokal seperti ikan mujair (Sarotherodon mossambicus Peters), Kepor (Banded Daun Ikan), Kepiat (Puntius Waandersi), dan ikan Harongan. Harga yang ditawarkan oleh nelayan yang jauh lebih murah daripada harga di pasar lokal.

Kuliner

Anda bisa menangkap ikan di danau dan membakarnya di tepi danau. Kegiatan ini sangat mengasyikan.

Tips

  • Sebaiknya Anda menawar harga sebeum menggunakan ketek, atau Anda akan dimintai biaya sebesar Rp600.000,00.
  • Jika Anda ingin membeli ikan, sebaiknya Anda membeli pada pagi atau dini hari sehingga Anda tidak perlu menunggu lama.

Akomodasi

Meskipun terpencil, tempat wisata ini telah mulai dikembangkan. Ada sebuah hotel yang dikelola oleh PT Pusri yang terletak di tepi danau. Jika Anda ingin tinggal di tempat yang lebih murah, Anda bisa menyewa sebuah kamar di rumah penduduk sekitar Rp30.000,00 per malam.

Iklan

Ditandai:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: