Karl Landsteiner, Penemu Golongan Darah

Karl_Landsteiner_nobel

Nama

Karl Landsteiner

Lahir

Baden bei Wien (near Vienna), Austria, 14 Juni 1868

Meninggal

New York, AS, 24 Juni 1943 (umur 75)

Orangtua

Leopold Landsteiner/Fanny Hess

Istri

Helen Wlasto (menikah 1916)

Penggolongan darah A, B, AB, dan O dikenal sebagai dasar klasifikasi darah manusia hingga saat ini. Penemunya adalah Karl Landsteiner, seorang dokter yang berkecimpung dalam bidang ini sampai akhir hayatnya. Dia dianugerahi Hadiah Nobel Kedokteran 1930.

Karl Landsteiner lahir di Wina, Austria pada 14 Juni 1868. Ayahnya, Leopold Landsteiner, doktor di bidang hukum, adalah jurnalis ternama dan penerbit surat kabar. Ayah Landsteiner meninggal ketika dia berusia enam tahun. Karl dibesarkan oleh ibunya, Fanny Hess, yang sangat dia sayangi. Sejak masih pelajar, Landsteiner sudah melakukan riset biokimia dan pada akhir 1891 memublikasikan sebuah paper mengenai pengaruh diet terhadap komposisi abu darah. Landsteiner belajar kedokteran di Universitas Wina dan lulus pada 1891. Pengetahuan mengenai kimia yang lebih mendalam diperolehnya pada lima tahun berikutnya di Laboratorium Hantzsch di Zurich, lab Emil Fischer di Wurzburg, dan lab E. Bambebger di Munich.

Kembali ke Wina, Landsteiner bekerja di Rumah Sakit Umum Wina. Pada 1896 dia menjadi asisten Max von Gruber di Institut Higiene di Wina. Sejak saat itu dia sudah tertarik pada mekanisme kekebalan dan sifat antibodi. Dari 1898 hingga 1908 dia menjadi asisten di Departemen Anatomi Patologis Universitas di Wina. Pimpinannya, Profesor A. Weichselbaum adalah penemu bakteri penyebab meningitis dan, bersama Fraenckel, menemukan pneumococcus.

Di sini Landsteiner lebih banyak berkecimpung dalam bidang fisiologi daripada anatomi. Hingga 1919, setelah bekerja 20 tahun dalam bidang anatomi patologis, Landsteiner bersama beberapa orang temannya memublikasikan banyak paper mengenai anatomi abnormal dan kekebalan. Dia menemukan fakta-fakta baru tentang kekebalan tubuh dan menemukan faktor kekebalan tubuh.

Landsteiner banyak berjasa bagi anatomi patologis, histologi, dan imunologi. Dalam karya-karyanya dia memperlihatkan observasi dan deskripsi yang cermat, juga pemahaman yang mendalam tentang biologi. Tetapi penemuannya yang sangat terkenal dibuatnya pada 1901, yaitu tentang golongan darah. Karena penemuan ini pula dia dianugerahi Hadiah Nobel untuk Fisiologi atau Kedokteran pada 1930.

Pada 1875, Landois menyatakan bahwa jika manusia diberi transfusi darah hewan, maka darah asing ini akan menggumpal dan pecah dalam pembuluh darah manusia. Pada 1901-1903 Landsteiner menunjukkan bahwa reaksi yang sama akan terjadi juga pada transfusi darah antarmanusia, dapat menyebabkan syok atau reaksi lainnya.

Pernyataannya itu memperoleh sedikit perhatian saja hingga 1909, saat dia mengklasifikasi darah manusia menjadi apa yang kita kenal kini sebagai golongan darah A, B, AB, dan O. Dia juga menunjukkan bahwa transfusi antar golongan darah A atau B tidak menyebabkan kerusakan sel darah baru seperti kalau transfusi terjadi antar golongan darah yang berbeda.

Pada 1919 Landsteiner bertugas di sebuah RS Katolik Roma di The Hague, Belanda, karena kurangnya fasilitas lab di negerinya. Dia kemudian bertugas di Institut Rockefeller untuk Riset Kedokteran di New York. Di sini, bekerjasama dengan Levine dan Wiener, dia membuat penelitian lebih jauh tentang golongan darah. Kelompok ilmuwan ini juga yang merintis penemuan faktor-Rh dalam darah—yang menghubungkan darah manusia dengan darah kera rhesus.

Sampai akhir hayatnya Landsteiner terus meneliti golongan darah dan mengenai aspek kimia antigen, antibodi dan faktor-faktor kekebalan dalam darah. Pada 1939 dia menjadi Profesor Emeritus di Institut Rockefeller, namun tetap bekerja dengan bersemangat. Pada 24 Juni 1943 dia meninggal karena serangan jantung di laboratoriumnya. Dia meninggalkan seorang anak, E. Landsteiner, hasil pernikahannya dengan Helen Wlasto pada 1916.

Iklan

Ditandai:

2 thoughts on “Karl Landsteiner, Penemu Golongan Darah

  1. Henky Yoga Desember 28, 2012 pukul 4:05 am Reply

    penemuan tersebut memang baik sekali untuk memudahkan kita untuk menolong orang-orang yang membutuhkan transfusi darah.

  2. Rafiq Hidayat Desember 28, 2012 pukul 4:28 am Reply

    ea, dy baek bget. sng sy sm org itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: