Arsip Bulanan: Januari 2013

9A Raih Hukuman

NEPATRONews.com, SMP Negeri 4 Metro: Kelas 9A mendapatkan hukuman di depan Upacara Bendera pada Senin (7/1). Mereka mendapatkan hukuman karena tidak tertib pada saat upacara berlangsung.

“Ya banyak yang ngobrol, jadi dapet hukuman,” ujar Sie Keamanan 9A Henky Yoga Ari Pratama. Memang pada saat itu, barisan Kelas 9A (di samping kanan barisan Kelas 8G) tidak rapi dan menceng. Ditambah dengan banyaknya siswa yang mengobrol.

Ini merupakan hukuman pertama bagi kelas terbaik bidang akademik di SMP Negeri 4 Metro. “Ini baru pertama kok,” ujar Ketua Kelas 9A Rifaldi Lutfi Fahmi. Ia menyatakan bahwa Kelas 9A siap menjalankan hukuman yang diberikan. Hukumannya adalah menjadi petugas upacara pada Senin depan (14/1). “Kami siap dan akan bertanggung jawab,” ujarnya.

“Semoga ini tidak terulang kembali dan tidak ditiru oleh kelas lain,” ujar Henky Yoga Ari Pratama. Ia juga mengharapkan semoga ketika lulus nanti, kelas ini meninggalkan kesan yang baik untuk SMP Negeri 4 Metro.

Iklan

Wilhelm Röntgen, Penemu Sinar-X

Roentgen2

Nama

Wilhelm Conrad Röntgen

Lahir

Lennep, Jerman, 27 Maret 1845

Wafat

Munich, Jerman10 Februari 1923 (umur 77 tahun)

Kebangsaan

Jerman

Berprestasi biasa-biasa pada masa mudanya, namun Röntgen kemudian menjadi ilmuwan terkemuka. Ahli fisika yang juga pencinta alam ini membuat sejarah ketika dia menyorotkan sinar katode ke tangan istrinya. Penemuan sinar yang kemudian dinamainya sinar-X (atau sinar Röntgen) itu membuatnya meraih Hadiah Nobel Fisika pertama pada 1901.

Wilhelm Conrad Röntgen lahir pada 27 Maret 1845 di Lennep, sebuah provinsi di Jerman, anak satu-satunya seorang pembuat dan pedagang pakaian. Ketika berusia tiga tahun, keluarganya pindah ke Apeldoorn, Belanda. Di sini dia masuk ke Institut Martinus Herman van Doorn, sebuah sekolah berasrama. Dia tidak memperlihatkan bakat khusus, tetapi sangat menyukai alam dan gemar bertualang di tempat terbuka. Pada 1862 dia masuk sekolah teknik di Utrecht, namun dikeluarkan dari sekolah itu karena dituduh membuat karikatur salah seorang gurunya—padahal dia tidak pernah membuat karikatur itu.

Röntgen masuk ke Universitas Utrecht pada 1865 untuk belajar fisika. Prestasinya tidak istimewa, namun Röntgen kemudian bisa masuk jurusan rekayasa mekanik di Politeknik di Zurich karena lulus ujian masuknya. Dia dibimbing oleh dosennya, Clausius, dan juga bekerja di laboratorium Kundt—keduanya punya pengaruh besar bagi perkembangan Röntgen. Pada 1869 dia meraih Ph.D. di Universitas Zurich dan ditunjuk menjadi asisten Kundt. Tahun itu juga bersama Kundt dia berangkat ke Würzburg, dan tiga tahun kemudian ke Strasbourg.

Pada 1874 Röntgen menjadi pengajar di Universitas Strasbourg, pada 1875 menjadi guru besar pada Akademi Pertanian Hohenheim di Wurtemberg. Pada 1876 dia kembali Strasbourg sebagai Guru Besar Fisika, tetapi tiga tahun kemudian menerima tawaran menjadi Ketua Jurusan Fisika di Universitas Giessen.

Setelah menolak pelbagai tawaran mengisi posisi yang sama di Universitas Jena (1886) dan Universitas Utrecht (1888), Röntgen menerima tawaran Universitas Würzburg (1889). Pada 1900 dia menjadi Ketua Jurusan Fisika Universitas Munich, atas permintaan khusus pemerintah Bavaria. Di sini dia menghabiskan sisa umurnya, meskipun pernah ditawari menjadi Presiden Physikalish-Technische Reichsanstalt di Berlin dan Ketua Bidang Fisika Akademi Berlin.

Karya pertama Röntgen dipublikasikan pada 1870, berkaitan dengan panas gas yang spesifik, diikuti dengan paper mengenai daya konduksi panas kristal. Röntgen mempelajari banyak hal dalam fisika, namun namanya terkemuka karena penemuan cahaya yang disebut sinar-X. Pada 1895 dia mempelajari fenomena yang menyertai lintasan arus listrik melalui gas yang bertekanan sangat rendah. Penelitian Röntgen dalam bidang sinar katode ini yang membawanya kepada suat penemuan jenis sinar yang baru.

Pada malam 8 November 1895, dia mendapatkan bahwa tube yang disimpan di tempat tertutup dalam karton tebal hitam, ketika dia bekerja dalam ruangan gelap, plat kertas yang satu sisinya tertutup barium platinocyanide bila disorot cahaya menjadi berpijar bahkan dalam jarak sejauh dua meter dari tube itu. Pada percobaan-percobaan selanjutnya, dia menemukan bahwa objek-objek dengan ketebalan berbeda yang ditempatkan pada cahaya memperlihatkan transparansi yang berbeda-beda ketika direkam dalam plat fotografi.

Ketika dia mendiamkan sebentar tangan istrinya di garis edar cahaya di atas plat fotografi, dia melihat gambar tangan istrinya ketika plat itu dicetak. Gambar bayangan tulang tangan dan cincin yang dikenakan istrinya terlihat dalam gambar Röntgen pertama itu. Dalam percobaan-percobaan lebih jauh, Röntgen melihat bahwa cahaya baru ini dihasilkan oleh sinar katode yang disorotkan pada objek material. Karena sifatnya yang tidak diketahui, dia memberinya nama sinar-X. Baru kemudian, Max von Laue memperlihatkan bahwa sinar itu mempunyai sifat elektromagnetik yang sama dengan sinar lain, namun memiliki tinggi frekuensi getar yang berbeda.

Pelbagai penghargaan diberikan kepada Röntgen atas penemuan ini. Jalan-jalan di beberapa kota dinamai dengan namanya. Dia juga dibanjiri hadiah, medali, gelar doktor kehormatan, dari dalam dan luar negeri. Namun demikian, Röntgen tetap sederhana dan pendiam. Sepanjang hidupnya dia tetap mencintai alam dan kegiatan di luar ruangan. Masa liburannya sering dihabiskan di rumah musim panasnya di Weilheim, di kaki Pegunungan Alpen, Bavaria. Di sana dia menjamu teman-temannya dan sering melakukan ekspedisi ke gunung. Dia adalah pendaki gunung hebat yang lebih dari sekali mengalami situasi berbahaya.

Röntgen orang yang ramah dan penuh sopan santun, selalu bisa mengerti pendapat dan kesulitan orang lain. Dia juga selalu merasa malu untuk mengangkat asisten dan lebih suka bekerja sendirian. Peralatan-peralatan yang dia gunakan sebagian besar dibuat sendiri dengan kecerdasan dan keterampilan eksperimental yang hebat.

Röntgen menikah dengan Anna Bertha Ludwig dari Zurich, yang dia temui di kafe yang dikelola ayahnya. Anna adalah kemenakan penyair Otto Ludwig. Mereka menikah pada 1872 di Apeldoorn, Belanda. Karena tak dikaruniai anak, pada 1887 mereka mengadopsi Josephine Bertha Ludwig (saat itu berusia 6 tahun), anak perempuan satu-satunya dari saudara laki-laki Anna. Röntgen meninggal di Munich pada 10 Februari 1923 karena kanker usus, empat tahun setelah istrinya meninggal.