Arsip Kategori: Kegiatan di Guatemala

Tak Jadi Kiamat, Candi Suku Maya Rusak

candi suku maya rusakNEPATRONews.com, Guatemala City: Membludaknya wisatawan yang datang ke Guatemal guna menantikan akhir dunia secara langsung justru berakhir dengan kerusakan. Pascaperayaan tidak terjadinya kiamat, beberapa bebatuan kuno yang berada di lokasi malah rusak.

Salah satu di antaranya adalah bebatuan di Candi Tikal, situs arkeologi terbesar dan pusat peradaban Suku Maya.

“Sayangnya, banyak wisatawan yang menaiki candi dan menyebabkan kerusakan,” kata Osvaldo Gomez, penasihat teknis di situs arkeologi Tikal, yang terletak sekitar 550 km sebelah utara dari Guatemala City.

“Kami sebenarnya sudah mengijinkan adanya perayaan, tetapi para wisatawan harus lebih hati-hati karena ini adalah Situs Warisan Dunia UNESCO,” katanya.

Gomez tidak memberi tahu apa yang dilakukan oleh wisatawan secara rinci. Ia hanya mengatakan wisatawan dilarang untuk menaiki tangga di situs, tapi berujar bahwa kerusakan itu dapat diperbaiki.

Temple II yang berjarak sekitar 38 meter dari Tikal, adalah salah satu dari struktur terbaik di situs terkenal itu. Adapun Jumat lalu tepatnya 21/12/2012 menandai akhir dari sebuah era yang berlangsung 5.200 tahun, menurut kalender Maya ‘Long Count’. Beberapa orang juga percaya tanggal itu menandai akhir dunia seperti yang diramalkan oleh hieroglif Maya.

Lebih dari 7.000 orang mengunjungi Tikal kala itu untuk melihat pemimpin asli Suku Maya untuk mengadakan upacara yang penuh warna dan menyalakan api saat matahari muncul untuk menandai era baru.

Padahal kritikus mengeluh bahwa acara itu benar-benar tak ada hubungannya dengan Suku Maya. Sekitar 42 persen dari 14,3 juta penduduk Guatemala yang asli Suku Maya justru kini hidup dalam kemiskinan dan diskriminasi.

Suku Maya kuno mencapai puncaknya kejayaannya di Amerika Tengah antara 250 dan 900 Masehi. UNESCO menyatakan Tikal sebagai Situs Warisan Dunia di 1979. (CNN.com/MI/Metrotvnews)